Sahabat

Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain pergi meninggalkanmu.

Rencanamu

Segera laksanakan rencana keberhasilanmu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tidak bisa menunggu.

Hidup

Hidup ini bukan tentang apa yang dipikirkan mereka yang membencimu, namun tentang apa yang dipikirkan Tuhan yang menyayangimu.

Menulis

Tulislah apapun yang sedang kamu pikirkan walaupun hanya sebaris!

Showing posts with label Cerbung. Show all posts
Showing posts with label Cerbung. Show all posts

Monday, 7 March 2016

Dewi: #1 part 2



Gain balik kanan, dongkol. Lebih baik pergi dari pada tak mampu mengendalikan diri di depan banyak orang. Cukup baginya menunjukkan protes, memberi kode bahwa dia mendengar semua ucapan mamanya yang menjengkelkan hati. Sikapnya itu saja pasti sudah membuat mama kelabakan.

Saturday, 5 March 2016

Dewi: #1 part 1



 Note: jujur saya tak pede memposting ini. Ini semacam eksekusi gak jelas dari outline yang selama ini membayangi hari-hari saya. Judulnya pun masih saya pikir2. Semakin saya tak fokus, semakin dia tak akan selesai. Maka dari pada saya ngglambyar nulis kemana-mana dan mengabaikan ini, saya mau coba menyelesaikannya. Apapun bentuknya, pasti akan lebih baik setelah dicubit, digigit, diremas-remas, dan diberi banyak saran oleh sekalian ODOPERs. 

But remember, ini genrenya Romance ( tak berani mengimbuhinya Islami, karena saya tak suka blak-blakan berdalil). Kalo kawan tak suka genre ini, bolehlah diabaikan. Atau kalo kawan prefernya ke action atau horor atau sains-fiction tapi tetep mau membacanya dengan suka hati dan memberi banyak masukan, maka saya akan doakan semoga kita nanti masuk surga sama-sama. Aamiiin. 

Tuesday, 19 January 2016

Pupus

"Apa yang salah dengan siti nurbaya? Dia gadis berbakti yg rela mengabaikan hati demi orangtua. Pengorbanan macam itu, tentulah berbuah surga."

Kalimat itu tiba-tiba saja menggaung, memenuhi dada bidangnya yang berkecamuk rasa. Marah, kecewa, putus asa. Tapi, bukankah semua ini salahnya sendiri? Salahnyalah telah lancang menanam bibit harapan semu sejak sepuluh tahun silam. Dipupuk dan disiraminya, hingga batangnya menjulang. Dan hari ini dirasainya buah dari tanaman yang tak berakar