Sahabat

Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain pergi meninggalkanmu.

Rencanamu

Segera laksanakan rencana keberhasilanmu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tidak bisa menunggu.

Hidup

Hidup ini bukan tentang apa yang dipikirkan mereka yang membencimu, namun tentang apa yang dipikirkan Tuhan yang menyayangimu.

Menulis

Tulislah apapun yang sedang kamu pikirkan walaupun hanya sebaris!

Showing posts with label ODOP. Show all posts
Showing posts with label ODOP. Show all posts

Tuesday, 31 January 2017

Who are you? What are you?


Sejak masih SMP, saya suka mencari rubrik kuis psikopop di majalah sekolah atau majalah remaja. Sampai SMA, saya masih tertarik pada hal-hal semacam ini. Terkesan banget kalo ada guru yang ngajak bermain menyingkap karakter muridnya.

Pernah suatu saat, guru PPL meminta kami menuliskan binatang kesukaan kemudian menebak karakter satu-satu berdasar binatang yang kami pilih. According to binatang dan tebakan yang disebutkan bu guru, saya mereka-reka pola dan rumus yang digunakan beliau. Dan sejak saat itu saya selalu mendapat konfirmasi positif setiap kali menebak sifat berdasar binatang favorit yang di sebutkan seseorang.

Friday, 20 May 2016

Publish or Perish!


 Apa kabar sobat semut, kawan ODOP, atau anda visitor nyasar? Semoga tetap semangat, tambah semangat, dan terus semangat mewarnai bumi dengan tarian pena, yang mengemban pesan untuk mendamaikan dunia.

Friday, 25 March 2016

Balapan



'Bos, kasih aku tips agar novelku cepet rampung, padahal kerjaan lagi menjerat leher.'

Pesan itu kukirim pada seorang kawan, yang Februari lalu, novel keduanya baru dilaunching penerbit Republika.

Nggak ngarep bakal langsung dijawab sih, biasa orang aneh macam dia sukanya bersemedi lama di planet dubidamhaha atau entah apa, yang tak seorang jin dan manusia akan temukan keberadaannya.

Sunday, 20 March 2016

Artis Ter-ter di Negeri ODOP (Pemenang Arisan Edisi 2)

Hai hai sanak family ODOP, masih semangat semuanya??? (SCREAMING)

well...well... well... (ECHO)
kapanpun dan dimanapun hutang piutang dalam dunia perodopan harus dibayar jika tak ingin didepak keluar dari negeri makmur lohjinawe tempat bersemayamnya para penulis pemula segala usia.

Wednesday, 9 March 2016

Bilik tak bersekat




Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bilik adalah ruang-ruang kecil yang bersekat.  Namun bilik ini berbeda.
Kenapa? Tak bolehkah kita menamai bilik pada ruang yang tak bersekat?
Baiklah kalau kawan memaksa, aku akan katakan, sebetulnya dia bersekat.
Mana?
Sekatnya maya. Sekatnya adalah asyiknya jogging dan nikmatnya aneka kulinari yang menutup mata pengunjung car free day dari dasaran buku ini.

Friday, 4 March 2016

Arisan Aneh di Negeri ODOP (part 3)

Kiita lanjut ceritanya yuk… biar gak basi
---
Saya nggak sempat pingsan, keduluan di langit muncul  symbol pangeran kegelapan, bentuknya kayak hewan melata panjang, serem menari-nari.

Arisan Aneh di Negeri ODOP (part 2)

Ehm, ehm…
sobat ODOP yang kuhormati,
penggemar rahasia yang kusayangi,
dan para pengunjung nyasar yang berbahagia
(pembukaan pidato)

Selamat hari Jumat everybody…

Wednesday, 2 March 2016

Arisan Aneh di Negeri ODOP


lstilah arisan, sudah jamak sekali di masyarakat. Terutama di kalangan emak-emak sepenjuru Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau dalam KBBI,

Monday, 29 February 2016

About me

Ssst!!! Saya lagi dapet arisan nih, jadi harus posting ini deh:

Friday, 26 February 2016

NGGAK ADA JUDUL




Disiplin nulis itu nggak gampang. Suer, nggak gampang!!! Bergabung  dalam komunitas kepenulisan pun,  ggak jamin kalo habit nulis rutin tiap hari bakal langsung muncul. Berjuta kata petuah dari penulis seproduktif  apapun, cuma mampu jadi pembangkit semangat sesaat lalu malas datang lagi. 

Yaah.. gimana lagi, kerjaan nggak habis-habis. Pagi berangkat, bakda ashar baru datang. Sudah di rumah, krucil-krucil yang jenaka bakal protes kalo nggak diajak main. Belum lagi merhatiin urusan soulmate. Biar kata suami bisa diajak berbagi kerjaan rumah dan pengertian bingit kuadrat, tetep dong yang namanya isteri sholihah (ehemmm…) akan tetep rempong mengurus itsy bitsy thing di dalam republic bernama rumah tangga. Ampun, ngeles lagi kan… 

Sejujurnya, saya ini bagian dari orang yang suka dideadline. Biarpun gak seneng denger orang beralibi ‘the power of kefefet’, tapi honestly… that’s me (hiks): kontributor majalah sekolah yang selalu ditagih-tagih sama pimred, anggota komunitas menulis yang selalu diobrak-obrak divisi kekaryaan buat ngirim karya ke koran tiap minggu, dan blogger gadungan yang bisa sampe lupa sama password gegara nelantarin blog berbulan-bulan. Bikin lagi, lupa lagi. Hadeeeh.. (tepok jidat)

But one day, seorang teman ngajakin, “mau nggak dideadline nulis tiap hari?” 
Iiih, mau banget!!!

And finally I’m here, di komunitas bernama One Day One Post (ODOP) ini.
Kalo soal apa manfaatnya ODOP buat saya, beuuuuh… jangan tanya lagi. Blog jadi terisi tiap hari, itu pasti. Meski kadang ada juga ngutangnya, hehe… tapi alhamdulillah setelah beberapa minggu mulailah saya bisa memenej waktu lebih baik (ceilah!) dan nggak ada lagi cerita hutang piutang macam bayar cicilan panci. Justru dari tulisan yang terkumpul tiap hari itu, jadi punya banyak bahan buat ngirim karya ke koran. Asseeek…

Nah, kalo soal gimana rasanya ngODOP, huwaaaah… gak bakalan ada cukup kata buat nyeritainnya.
Di awal nggabung, sering banget saya kebanjiran notif, ratusan sampe ribuan. Mau scroll pasti kelabakan, nggak nyecroll eman-eman. Pasalnya, hampir semua yang di komunitas ini gelo semua (wahaha). Ada apa dikit, pasti dikupas (gak) tuntas tanpa solusi. Lha, isinya saut-sautan nggak jelas semua, dari tema gadis jeruk, seorang comedian yang ganti status sebagai galauer super mellow, sampai surat undangan. Kalau boleh saya simpulkan temanya adalah anti tema itu sendiri, gigigig..

Maklum aja, isi rumah ODOP heterogenitasnya kebangetan. Mulai dari anak (balita?) superaktif yang suka hembring soal Olimpiade dan try out, sampe ibu dokter hewan yang lagi pusssiiing stepping forward buat jadi doktor. Tapi yang paling biang kerok di sini, kalo saya boleh nuduh, sepertinya adalah barisan emak dan emak-wanna be yang suka nggelar tikar sambil ngemil. Mereka ini multitalent, multijob, dan multidefinisi mulai dari penggosip, biro jodoh, bullier akut, yang sukanya gak mau kalah kalo ada orang mau bagi-bagi ebook. Hadeeeh… beneran never ending deh ngomongin grup ini. Tapi disitulah keliatan charmingnya masing-masing orang ;)

Eh, keceplosan soal ending, jadi sedih keingetan waktu bang Syaiha bilang kalo grup ini bakal no longer exist 2 bulanan lagi. Huwaaa.. nangis guling-guling di pojokan waktu denger ini. Plis dong bang Syaiha, jangan!!! at least alternative kedua yang bang Syaiha sampeikan waktu itu, grupkan lagi kita-kita yang masih suka ngumpul dan butuh diingatkan selalu biar tetep istiqomah ini, huhuhu…

Haduuh… pemirsa, jadi mellow nih saya ;(
Saya cukupin dulu ya catatan nggak jelas tentang ODOP ini. Saya mau lanjutin nangis nih kayaknya (lebay).
Tulisan ini semata-mata saya buat untuk memenuhi tantangan minggu keempat dari bang Syaiha. Jadi kalo ada salah kate.. dimaapin ye.. (kan kita teman, toss!).

THE END~