Sahabat

Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain pergi meninggalkanmu.

Rencanamu

Segera laksanakan rencana keberhasilanmu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tidak bisa menunggu.

Hidup

Hidup ini bukan tentang apa yang dipikirkan mereka yang membencimu, namun tentang apa yang dipikirkan Tuhan yang menyayangimu.

Menulis

Tulislah apapun yang sedang kamu pikirkan walaupun hanya sebaris!

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, 29 March 2016

Perjalanan



Stasiun cinta tua dalam temaram senja
Melepas enggan bersama cemas di rona pucatmu

Letakkan resahmu

Doakan aku kekasih
Aku tetap permatamu seperti masa itu
Meski kaki  lama tak menapak, dan angin malam telah kulupa aromanya

Doakan aku sayang
Mengembara menuntut cita, mematri petuahmu kuat di lubuk hati

Titipkan aku pada kereta
Tapak panjang ini tak sendiri
kasihmu adalah laksmana, pengawal malam menuju pagi hingga senja lagi

Thursday, 25 February 2016

Malam

Aku terbang
Tanpa sayap
Tanpa perentang
Di langit kelabu saat bebintang terkurung awan

Tak perlu kau hidangi kopi penahan kantuk atau hingar dangdut pembunuh suntuk

Kemari lucuti hening bersama
Mengembara dalam lengang yang mustajab
Meneliti kelam
Menanti kelesat kartika menghunus selubung bumi
Mungkin serdadu langit sedang membentang gendewa
Menabur mukjizat malam

Tuban, 15-02-2016

Image source: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQie0ETrPSNjG_Uxxo-ORvDKAter3vD_DYAyhpAnA5Ger6tMo9PpkfzkfZ5Aw

Saturday, 13 February 2016

Kumpulan puisi: Radar 7 Februari 2016

Bagi sobat yang karyanya sering nongol di koran, rasa excited-ku ini bisa-bisa dibilang over atau show off. whatever deh, yang jelas aku punya cerita sendiri dibalik nongolnya kumpulan puisi ini di radar.


Kata teman yang hampir tiap minggu cernaknya menghias radar regional kotaku, "setiap penulis harus sabar melewati tahap ketika tulisan2 yang udah dikirim d media diacuhkan (alias nggak terbit). dan saya, Alhamdulillah, sudah ngelewati fase itu."

Kado dari langit



Aku bermimpi lagi tentang dirimu
Gadis jelita berselendang bunga
Menyungging senyum secerah langit sore ketika biru
Tergagap,kau gamit jemariku yang sedingin beku

Monday, 1 February 2016

Hijau

Selamat pagi samudera hijau menghampar
Cumbui wajahku dengan sepinggan semilirmu
rasuki dadaku dengan sekeranjang aroma ampa
Biar kubuntal jadi santap fajar menuju hingar kehidupan

Selamat siang zamrud hijau membentang
Pandu rasaku merunduk bagai para tetuamu
Ajari sayapku terbang bagai riang tarian cicitmu
Biar kuraup sebungkus bekal dari sahajamu
Menggamit asa melukis langit mengukir bebatu

Selamat sore permadani hijau merentang
Pangku ragaku yang ringkih digelayuti letih
Rebah menelentang ditimang keibuanmu
Biar kupintal sebait irama pemuntah keluh
Kusungkur sujud merasai timbunan syukur di kaki agung pemahatmu

#FebruariMembara
#OneDayOnePost
#1




Thursday, 28 January 2016

30 menit

30 menit
Aku tersesat di kotamu
Didustai bis terakhir yang enggan mengantarku pulang

30 menit
Aku tersesat di kotamu
Aneka bau hidangan kaki lima merayu hasrat
Tergoda, semangkuk bola daging sigap kusikat
gelandangan tua khusuk menemani santap malamku
entah karena harga diri, tangannya tak kunjung menengadah
Tapi saat kuangsur selembar rupiah, senyumnya merekah
Menyembah-nyembah mengurai doa
Layaknya murid sd baru menang undian sepeda

30 menit
Aku tersesat di kotamu
Dipandu becak motor menyusuri jembatan tua
Mencari jalan pulang

Kotaku tak seperti dulu

Pagi menggila
Dilindas laju roda-roda
Berebut tahta sepanjang karpet hitam merentang
Bersaut genderang
Beradu jumawa

Surya turut bersaing laju
melesat garang melampaui galah
Dhuha yang gerah

Wajah-wajah bergurat garis
Mendamba ujung perjalanan keping bernilai
Atau kertas sesobek yang melebihi harga nyawa
karam di tepi bahtera duniawi

lirih Kayuh kereta angin
Dicerca intimidasi klakson penguasa
Mengkerut tak bernyali

Pepohon gagap kebanjiran asap
Tersedu mengais romantika masa lalu
Kotaku tak seperti dulu

Sunday, 17 January 2016

Wahai Anak Jaman!

Wahai anak jaman!
Teguhkan rasamu mendiami kepompong
biar inderamu marginal dari gulita 
butakan saja dari layar gelas yang sedang memberhala
Tulikan saja dari dendang melenggang yang mencabut waras 
Kunyahlah tempa
Reguklah dera
Bakarlah kelesah
Tebalkan nyali benturlah uji
Puasakan hasrat yang memikat
Samuderakan dadamu bertirakat

Wahai anak jaman!
Pewaris mercusuar peradaban
Kelak kau tumbuh seperti kerikil yang menjelma memutiara
Riang dipanen
bila masa matang menyambut

Tuban, 17012016
#catatanHariKeenam
#OneDayOnePost

Friday, 15 January 2016

Kenapa

Kenapa…
Aku bertanya tanya
Lewat puisi yang tak bernama
Kenapa manusia tak pernah lagi bertanya mengapa
Mengapa kenapa aus ditelan emosi masa
kesejatian ada karena bertanya kenapa
Mempertanyakan alasan kenapa dunia hadir
Merenungi kenapa dunia menghadirkan
Menginsafi kenapa bumi tak henti memutar roda kematian dan kehadiran
Kata mengendap dalam relung gua
Memaknai kenapa yang terus berulang
Namun laksana kata yang berumur
Kenapa, telah menjadi tua dan lanjut usia
Terlupakan dan terpinggirkan
Oleh gemerlap dian yang mencekik peradaban

#CatatanHariKelima #OneDayOnePost

Wednesday, 13 January 2016

Pengamen Gaek

Pengamen gaek
Mendendang rasa di dalam kotak beraroma ciu
Senyum tergelak dari irama berparas sendu
langgam jalanan bertalu, dawai dipetik memekik pilu
Syahdu memeluk bis tua melaju

Kepala mendongak, sekelesat kembali menekuk pening
Mengembara belantara kesah duniawi

Pengamen gaek
tulus riangnya tersungging
Tak butuh puja tak peduli cibir
Hanya onggokan keping pengganjal orkestra lambung senja

plastik kucal mantan bungkus gula-gula
beredar tak putus tangan ke tangan
Namun timpukan receh enggan mendentang

Pengamen gaek
Ajeg menebar senyum
Gitar lusuhnya didekap dan menghilang berlalu

Tuban, 13 januari 2016
#CatatanHariKetiga #OneDayOnePost

Tuesday, 12 January 2016

Andai

Andai kau ijinkan aku untuknya, Tuhan
Kan kupahat prasasti dari karang di pusaran samudera
Kugali ceruk di ujung goa dan kukubur serapah yg mendarah

Andai kau ciptakan aku untuknya, Tuhan
Kujelma diriku nalendra bijak bestari
Kugoyang bayu lalu berkahwinlah sepenjuru bumi
Kuredam agni lalu birulah galaksi

Andai kau tuliskan ia untukku, Tuhan
Kuhempas badai dan kusaljukan semesta
Kubingkai warna dan kutintakan angkasa

Andai, bintang kerlap tanpa derai yg menghilir
ditingkahi bait doa yang tak putus beroda
Hingga ujung buntu memutih pintu
Bagai dedaun merenda embun di pagi buta

#CatatanHariKedua #OneDayOnePost

Monday, 11 January 2016

Air langit

Air langit
Pada temaram di sore sabit
Menumpah ruah,
menghalau asa yg hampir tamat
 Lintang mencemburu, 
mnjadi saksi bumi berobat rindu
tak panjang bilang, angkasa kembali bisu
Langit congkak membiru
laut pelit berhibah meski hnya partikel setitik
awan merengek resah menanti kawan mengiring langkah
sembelit melilit, bagai hidronefrosis stadium dewa
Klorofil tak kenapa masih bersuka dipeluk surya
Namun akar terkubur, berandai suara meski hnya sebait sumbang
mengering, mengerang mnanggung rintih
Memohon air langit Menghidupi nirwana fana

Monday, 2 November 2015

Tarian Awan

aku pernah berfantasi
Tentang awan-awan putih di langit biru
Ada naga, dewa dan kereta kencana
Hingga aku diterbangkan burung besi
Tinggi terangkat menjauhi bumi
Lautan gas seputih salju
Bergulung menari di jangkau mataku
Tak kuasa pandangku beralih
Mencari-cari
Di mana naga, di mana dewa, di mana kereta kencana
Tak pernah mewujud
hanya aku dan jiwa yang tak kuasa berujar
Tentang super -mikro-organismenya diri ini
Dalam bentara kuasaMu yang tak terbatas

 Di atas awan, 3 September 2015

Satu senja di Singapura



Dalam mimpi aku masih menjumpaimu
3 beton bersaudara tegak mengangkat perahu
Riak ombak di dinding perak silau memukau pandang
Nun di sana, komidi putar raksasa menari memutar gemulai
Menyatu membiru ditimang awan
Gagak-gagak hitam congkak berteriak
Tak tahu malu tak takut sesiapa
Disangkanya daratan ini hutan dan ramai manusia pepohonannya
Musik beradu, piring garpu berdentang
Segala lensa menulis cerita
Setiap hati bernyanyi bergelimang cita
derap kaki berlomba melangkah
melingkari pantai berhias pencakar langit
menuju pusaran titik
Singa putih perkasa
memuntahkan jernih air memercik buih
segenap keindahan berkumpul
pada suatu senja di jantung Singapura
Tuban, 10 September 2015