Gemetar rasanya bisa ketemu buku ini lagi. Saya telah menjumpai 3 cetakan berbeda. Pertama, di tahun awal saya penasaran pada buku ini dan mendapati cetakannya yang seukuran separuh folio. Kedua, ketika heboh akan difilmkan ke layar kaca, saya membeli bukunya, dan (naasnya) hilang. Berkali-kali mencari lagi tapi tak menemui toko yang menjualnya. Hingga, akhirnya tahun ini seorang teman berhasil menghadirkan buku ini untukku.
Showing posts with label PoV. Show all posts
Showing posts with label PoV. Show all posts
Friday, 19 February 2016
Buku Harian yang Menginspirasi
Gemetar rasanya bisa ketemu buku ini lagi. Saya telah menjumpai 3 cetakan berbeda. Pertama, di tahun awal saya penasaran pada buku ini dan mendapati cetakannya yang seukuran separuh folio. Kedua, ketika heboh akan difilmkan ke layar kaca, saya membeli bukunya, dan (naasnya) hilang. Berkali-kali mencari lagi tapi tak menemui toko yang menjualnya. Hingga, akhirnya tahun ini seorang teman berhasil menghadirkan buku ini untukku.
Saturday, 13 February 2016
Surat cinta untuk saudaraku umat Islam
Saudaraku, tahukah kamu?
o Ada yang merujuk pada
upacara pemujaan dewa kesuburan pada abad IV SM.
o Ada yang menyebutkan
sebagai peringatan pada uskup bernama Saint Valentine yang menikahkan seorang
tentara dengan kekasihnya, ketika kekaisaran Romawi Claudius II
Tuesday, 9 February 2016
Valentine???
Februari lagi. Pink mendominasi lagi. Coklat jadi artis lagi. Bunga tak ketinggalan. Aneka pesta, event, konser, nobar, kumpul rame-rame, dan sederetan agenda beikutnya menyambut sehari yang disakralkan dunia. Sedihnya, hari-hari lainnya sesama pemilik lembar kalender Februai jadi kena getahnya.
Friday, 29 January 2016
Donor Darah, why not??
Kapan ya terakhir saya mendonorkan darah? pikir-pikir-pikir, ternyata sudah lama, tahun 2008. Dan karena
pengalaman donor terakhir 6 tahun lalu yang kurang menyenangkan, saya belum antusias donor darah lagi. Seolah semua perjuangan saya untuk menjadi donor darah bertahun lalu jadi pupus karena kenangan buruk itu.
Benar, saya butuh cukup usaha untuk berhasil mendapat predikat menjadi pendonor. Sejak SMA saya sudah ngebet mendonor darah. Beberapa kali sekolah saya ditempati PMI untuk donor darah keliling. Dan saya harus sadar diri sebelum memeriksakan ini itu karena saya punya alasan utama untuk ditolak mendonorkan darah, berat badan kurang, dan belum cukup umur.
pengalaman donor terakhir 6 tahun lalu yang kurang menyenangkan, saya belum antusias donor darah lagi. Seolah semua perjuangan saya untuk menjadi donor darah bertahun lalu jadi pupus karena kenangan buruk itu.
Benar, saya butuh cukup usaha untuk berhasil mendapat predikat menjadi pendonor. Sejak SMA saya sudah ngebet mendonor darah. Beberapa kali sekolah saya ditempati PMI untuk donor darah keliling. Dan saya harus sadar diri sebelum memeriksakan ini itu karena saya punya alasan utama untuk ditolak mendonorkan darah, berat badan kurang, dan belum cukup umur.
Pay it forward
Pay it forward. Bagi penggemar film Hollywood, terutama film-film tahun 2000-an, dijamin tidak asing dengan istilah ini. Yup, pay it forward adalah sebuah judul film inspiratif tentang anak kecil yg mengubah dunia. Meski sudah jadul, ada saja kejadian yang spontan mengingatkan saya pada kalimat ini. Termasuk hari ini di jalan raya, ketika saya bertemu nenek tua yang sedang kesulitan membawa barang-barangnya.






